Brazil Terakhir Juara Tahun 2002

Brazil Terakhir Juara Tahun 2002 – Tuturnya tempat penjaga gawang tetap jadi titik lemah Team Samba dari generasi ke generasi. Pengecualian mungkin saja berlangsung di tahun ini, dengan Alisson Becker serta Ederson Moraes.

Spekulasi jika Brasil yang jarang miliki penjaga gawang bagus telah jadi perbincangan yang umum tahun ke tahun. Orang Brasil terlahir untuk mainkan bola dengan kaki, bukan memakai tangan. Demikian kurang lebih keadaannya.

Brasil tentunya sempat miliki banyak penjaga gawang top, tetapi level mereka tidak sebagus beberapa outfield player yang dipunya pada masa yang sama.

Claudio Taffarel menolong Brasil jadi juara dunia tahun 1994. Tetapi satu tahun sebelum kompetisi diawali dia geser dari Parma ke team kecil Reggiana.

Di tahun 2000-an ada Dida yang mengantar AC Milan jadi juara Liga Champions. Tetapi dia dipandang seperti titik lemah Rossoneri di awalnya periode itu. Dida bukan kiper utama Brasil waktu memenangkan Piala Dunia 2002. Gawang Team Samba dikawal Marcos (Palmeiras) saat itu.

Sampai awal 2017 Brasil masih tetap kesusahan mencari penjaga gawang utama untuk tampil di Piala Dunia 2018. Alisson masih tetap jadi pelapis di AS Roma, sesaat Ederson Moraes di Benfica benar-benar belumlah miliki jam terbang banyak di level internasional. Di pertandingan lokal Brasil pilihannya saat itu juga tidak banyak. Weverton (Atletico Paranaense), Alex Muralha (Flamengo) serta Marcelo Grohe (Gremio) dinilai kurang oke oleh Claudio Taffarel, pelatih penjaga gawang scuad Brasil.

Tetapi dalam setahun kondisinya beralih mencolok. Becker tampil istimewa bersama dengan AS Roma, yang membuatnya jadi target Real Madrid, Liverpool, serta beberapa club kaya lainnya. Sesaat Moraes jadi penjaga gawang termahal sesudah Manchester City menebusnya dari Benfica. Moraes justru langsung menghadirkan gelar Premier League. Kedua-duanya mendadak jadi calon utama penjaga gawang Brasil untuk Piala Dunia 2018.

Pertarungan yang pada akhirnya dimenangi Becker.

Kurun waktu dekat Becker akan memenangkan pertarungan yang lain dengan Moraes, yaitu menjadi penjaga gawang termahal didunia. Media-media Inggris serta Italia telah marak memberitakan dia akan masuk ke Liverpool dengan cost transfer 66 juta poundsterling. Waktu dibeli City dari Benfica, Moraes dibandrol 53 juta euro.

The Reds begitu memerlukan Becker sesudah alami mimpi jelek bersama dengan Loris Karius di final Liga Champions. Tetapi keperluan pada Becker lebih jauh dari itu. Becker merupakan penjaga gawang dengan jumlahnya penyelamatan sangat banyak ke-3 di lima pertandingan paling atas Eropa musim kemarin. Hanya David de Gea serta Jan Oblak yang miliki angka tambah tinggi.

Becker juga miliki karakter menjadi penjaga gawang moderen. Dia tidak hanya ahli menggunakan tangan, tetapi juga hebat mainkan kaki. Dia merupakan ball playing goalkeeper.

Kesimpulannya : Liverpool begitu memerlukan semua potensi Becker.

” Dia membuat penyelamatan susah tampak gampang, ” sanjung Gianluigi Buffon.

Pelatih AS Roma, Eusebio Di Francesco, dibikin terpana oleh Becker di awal-awal kehadiran dia ke Stadion Olimpico. Hal utama yang disoroti Di Francesco merupakan ketenangan Becker dibawah mistar gawang.

” Pele-nya kiper, ” sanjung Taffarel.

Jika transfer itu jadi terwujud, karena itu Brasil akan miliki dua penjaga gawang termahal dunia di satu waktu. Kedua-duanya akan berkompetisi di pertandingan (yang tuturnya) terunggul didunia.

Hari esok penjaga gawang Brasil, untuk sesaat ini, akan cerah sekali.