Karena Bentrok Antarsuporter, PSIM Tak Diizinkan Pakai SSA Bantul

Karena Bentrok Antarsuporter, PSIM Tak Diizinkan Pakai SSA Bantul – PSIM Yogyakarta tidak diizinkan menggunakan Stadion Sultan Agung untuk menjamu Blitar United di kelanjutan Liga 2. Itu adalah buntut bentrok supporter minggu kemarin.

PSIM menuai kemenangan atas PSS Sleman di kelanjutan Liga 2 2018. Di pertandingan, Kamis (26/7/2018), Laskar Mataram mengalahkan Elang Jawa 1-0.

Panasnya derby DIY itu juga sampai ke luar lapangan. Ada salah seseorang supporter yang wafat karena benturan di seputar stadion Sultan Agung.

Pemerintah Kabupaten Bantul melarang PSIM untuk mengadakan pertandingan kandang menantang Blitar United, Senin (6/8). Akan ada penilaian terlebih dulu berkaitan pemakaian stadion kebanggaan masyarakat Bantul itu.

” Iya (tidak diizinkan). Ya karena peristiwa tempo hari itu, kita butuh penilaian dahulu kurang lebih pengkondisian jika itu kelak diizinkan, agar tidak berlangsung beberapa hal yang seperti tempo hari, ” kata Sekretaris Disdikpora Bantul, Daeng Daeda, waktu dihubungi wartawan, Rabu (1/8).

Menurut dia, Disdikpora Bantul kurun waktu dekat akan mengadakan pertemuan dengan beberapa stakeholder berkaitan, termasuk juga dengan club sepakbola yang menggunakan SSA menjadi home base. Dalam pertemuan itu akan diambil ketetapan bersamanya.

” Semua (semua team dievaluasi). Siapa saja kelak yang akan menyewa stadion itu (SSA Bantul) untuk kompetisi sepakbola tidak pilih apa itu PSIM atau yang lainnya, semua kelak jadi bahan penilaian, ” katanya.

Memang beberapa club sepakbola baik di Liga 1, Liga 2, serta Liga 3 jadikan SSA Bantul menjadi home base-nya. Klub-klub itu salah satunya PS Tira, Persija Jakarta, PSIM Yogyakarta, serta Persiba Bantul.

Akan tetapi karena bentrok antarsuporter seringkali berlangsung, Pemkab Bantul akan memutus untuk mengevaluasi pemakaian SSA Bantul. Beberapa club termasuk juga PSIM masih tetap diperbolehkan menggunakan SSA, akan tetapi dengan beberapa catatan.

” Iya (PSIM masih tetap bisa menggunakan SSA), asal kelak semua bertanggungjawab tidak untuk terulang lagi peristiwa-peristiwa tempo hari yang tidak kita kehendaki itu. Tetapi kalaupun memang semua pihak tidak dapat mengkondisikan, ya mungkin saja kelak putusannya akan lainnya, ” tutupnya.